JURUSAN ILMU POLITIK UBB GELAR Knowledge Sharing Session

28 Des 2021 1201
JURUSAN ILMU POLITIK UBB GELAR  Knowledge Sharing Session

Hadirkan Prof. Stale Angen Rye, dari Faculty of Geography NTNU- Norway, dan Dr.Nanang Indra Kurniawan, M.A.,  dari PolGov UGM

 

Jurusan Ilmu Politik (JIP) FISIP UBB gelar Knowledge Sharing Session on Resources Governance Research, CitRes.Net Framework Norhed-II, di Ruang Balai Peradaban Besar Rektorat Universitas Bangka Belitung (UBB) pada Kamis (9/12). Kegiatan tersebut menghadirkan 2 narasumber, diantaranya; Prof.Stale Angen Rye dari kampus Norwegian University of Science and Technology (NTNU) Norwegia, dan juga Dr.Nanang Indra Kurniawan, M.A., dari Center for Politics and Government (PolGov) UGM Yogyakarta. Acara tersebut dimoderatori Dosen Ilmu Politik; Rendy Hamzah selaku Managing Director CitRes Norhed JIP UBB. Rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari lanjutan dari kick off meeting Citres Norhed II yang sebelumnya diselenggarakan di UGM pada medio November lalu. Skema kemitraan strategis ini akan berlangsung hingga 2026 mendatang.

Program ini merupakan skema kerjasama yang sepenuhnya didanai dari Nowegian Programme For Capacity Development in Higher education and Research for development (Norhed II) yang bertujuan untuk mendorong penguatan kapasitas dan kualitas perguruan tinggi di Indonesia melalui program dan agenda kolaboratif dengan mitra kampus di Indonesia dan Norwegia. Skema kemitraan ini mencakup Tri Dharma Perguruan Tinggi, mulai dari agenda penelitian, pendidikan, pemberdayaan dan publikasi ilmiah.

Pada sesi diskusi dan berbagi pengalaman terkait kerangka kerjasama dan isu utama tentang ‘resources governance and citizen participation’ ini dibuka langsung oleh Dekan FISIP UBB, Dr.Diana Anggraeni, M.Hum., dan dihadiri para civitas akademika, mulai dari mahasiswa, dosen, dan staf. Selain itu, JIP FISIP UBB juga mengundang beberapa peserta dari kalangan birokrasi dan profesional dari luar kampus yang memiliki fokus dan latar belakang yang relevan dengan isu-isu tentang politik sumberdaya alam ini-- termasuk juga dengan mempertimbangkan aspek kesetaraan gender. Hujan yang sempat turun tak menyurutkan semangat dan antusiasme para peserta untuk mengikuti kegiatan ini.

Dalam paparannya, Prof.Stale menyampaikan betapa pentingnya desain kebijakan untuk mencegah terjadinya ‘kutukan sumberdaya’ atas keberlimpahan sumberdaya yang dimiliki suatu negara. Pengalaman Norwegia yang memiliki sumberdaya cadangan minyak sangat berlimpah tentunya juga merupakan ancaman bagi nasib untuk jangka panjang ke depan. Orientasi tata kelola ekonomi Norwegia tentunya tak sekedar demi kestabilan ekonomi semata.  Oleh karena itu, diperlukan sekali desain kebijakan politik yang benar-benar berorientasi jangka panjang dan berkelanjutan ke depannya. Diversifikasi ekonomi secara berlanjut, lebih efektif-efisien, inklusif dan ramah lingkungan dengan melibatkan berbagai pihak merupakan salah satu dari rangkaian upaya pemerintah di Norwegia untuk melakukan proses transformasi ekonomi jauh-jauh hari. ‘Tentu Norwegia harus segera keluar dari jebakan ekonomi minyak ini’, ungkap Prof.Stale. 

Sementara itu, Dr.Nanang Indra Kurniawan, M.A., juga menyampaikan betapa penting dan strategisnya isu pengelolaan sumberdaya alam.  Ia menambahkan bahwa sumberdaya alam (SDA) sebuah wilayah akan habis dalam satu waktu tertentu, sehingga muncul istilah Resource Curse atau kutukan sumber daya. Negara atau wilayah yang sangat bergantung kepada sumber daya alam dan tidak mampu untuk mencari alternatif sumber daya alam lainnya, akan mengalami kehancuran terutama dari segi ekonomi.

Prof. Stale Angen Rye mengungkapkan bahwa pada grafik ketersediaan sumber daya di Norwegia sebagai negara yang saat ini memiliki sumber daya alam minyak yang berlimpah mulai mengalami penurunan. Oleh karena itu, Norwegia tetap harus sumber daya lain agar tetap dapat bertahan dengan menciptakan kincir angin, panel surya, dan memproduksi baterai yang diekspor ke berbagai negara. Norwegia dan Indonesia, khususnya Bangka Belitung memiliki kesamaan dalam melimpahnya sumber daya alam, sehingga permasalahan Resource Curse menurutnya menjadi isu yang perlu diwaspadai agar keberlangsungan ekonomi dapat terus stabil.

Prof. Stale Angen Rye kemudian mengungkapkan bahwa permasalahan ekonomi dapat menjadi permasalahan semua stakeholders. “The economy is too important to leave it to the economist”, ungkapnya sebagai penutup dalam sesi tanya jawab.